Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh...
Sebelumnya kuucapkan to akhwat Era...shukron to kiriman tulisan "Udo Yamin Majdi' nya. Selain sholat khusyu' ada menulis khusyu' juga ya bang Udo Yamin ?
Subhanallah...kalau sudah bicara khusyu' memang takkan pernah ada jenuhnya.
Sebelumnya kuucapkan to akhwat Era...shukron to kiriman tulisan "Udo Yamin Majdi' nya. Selain sholat khusyu' ada menulis khusyu' juga ya bang Udo Yamin ?
Subhanallah...kalau sudah bicara khusyu' memang takkan pernah ada jenuhnya.
Suatu saat Ba'da ashar menjelang maghrib...
Beberapa menit yang lalu ternyata aku harus menitikkan air mata kembali...untuk kesekian kalinya...yah, untuk kesekian kalinya ikhwan- akhwat...saudara sesama muslim yang kucintai.
Saat adzan berkumandang...adalah alunan pangggilan Illahi yang teramat indah menyentuh qolbu kita, saat para jamaah memercikkan air wudhunya terasa kesegarannya menyentuh kulit ini - saat para jamaah berbondong- bondong...berjalan dan berlari kecil menuju tempat sholat..." Subhanallah ", sebuah 'pemandangan' yang teramat indah. Air mata haru penuh dengan rasa syukur pada sang Khalik akan anugerah yang telah diberikan-Nya pada hamba yang lemah ini .
Ternyata kumenitikkan air mata kembali bukan karena suatu keharuan bahagia yang mendalam, namun karena kesedihan yang mendalam... " kenapa saat sholat masih belum banyak kesadaran para jamah akan pentingnya sebuah ' shof ' dalam sholat ? ". berkali- kali kujumpai bahkan disampingku pun demikian meski telah kita peringatkan...Astaghfirullah Ar-Rabb...hamba belum bisa meyakinkan sebagian dari mereka . Kuteringat akan jawaban seorang Ustadz yang kusegani yang penuh dengan kharismatiknya " ALLAH SWT tidak memberatkan hamba-Nya . Kita hanya berupaya, kenyataan terserah ALLAH SWT. "...begitulah jawaban Ustadz itu dengan ringannya, sedangkan aku penuh dengan berbagai pertanyaan??? bagaimanakah aku mempertanggungjawabkan hal tersebut pada Ar- Rabb ku ? bukankah diantara ' shof ' yang tidak rapat itu insya Allah ada syaithon ? bagaimanakah dengan sholat hamba ini di hadapan ALLAH SWT ?
Kuteringat kala itu seseorang mengatakan padaku, " Hai, Asa ...hanya karena masalah seperti itu saja kok dibuat pusing ?" Astaghfirullah, Ar- Rabb ...ampunilah perkataan teman hamba ini, tidakkah ia mengetahui bahwa saat sholat benar- benar saat itu adalah saat- saat terpenting dan terindah kita berbicara pada Ar- Rabb . Seandainya ia mau merenungi perkataanya, ia akan menangis ! Anggap saja kita akan berjumpa dengan yang kita cintai, kita akan mempersiapkan diri seoptimal mungkin, yah...seorang pecinta yang akan menemui yang dicintainya . Begitulah pertemuan kita dengan sang Khalik .
Syaikh Ibn 'Athaillah as- Sakandari dalam kitab Al- Hikamnya mengatakan, " tidak ada yang lebih bermanfaat bagi qalbu sebagaimana uzlah, sebab dengan memasuki uzlah ( perenungan ) pikiran kita jadi luas. "
Menyendiri atau melakukan perenungan, merupakan langkah terbaik untuk mengisi qolbu yang tengah mencari jatidiri menuju Allah Ta'ala .
Mencoba memprioritaskan akherat atas dunia memang tak mudah ikhwan dan akhwatku yang kucintai ...namun kita pasti bisa meski saat ini kita masih merangkak dan tertatih - tatih untuk menujunya .
" ALLAH SWT sengaja menciptakan dunia ini sebagai tempat perubahan dan sumber kerusuhan, agar kita merasa jemu di dunia ."
Ketika menciptakan dunia ini, ALLAH Ta'ala sengaja menghiasinya dengan menebar berbagai kenikmatan semu, dan berbagai kerusuhan di dalamnya. Itu semua dimaksudkan agar para hamba - Nya hanya bergantung kepada - Nya dan mengharap pertemuan dengan- Nya, setelah menyadari bahwa apa yang mereka hadapi ( dunia ) hanyalah fatamorgana yang menipu .
Begitulah salah satu cara Ar- Rabb membuat kita jemu pada dunia...........
jemu pada dunia? ya, benar sekali...namun kejemuan kita pada dunia untuk menggapai ridho- Nya...barokah - Nya...mengisi hidup ini dengan berbagai versi ibadah untuk kerinduan kita berjumpa pada Ar- Rabb yang amat kita cintai. Amin
Wa' alaikumus salaam Wr wb....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar