Jumat, 01 Januari 2010

" HANYA SEBUAH CATATAN 9 JAM SETELAH HINGAR BINGAR 2010 "

oleh : Asa Amalia

Astaghfirullah...terlampau banyak ucapan " Happy New Year " dimana-mana ( termasuk yang mengirim ke dinding FB saya...wah..wah..wah...padahal itu sudah terhapus sebagian..maaf dan terima kasih atas perhatiannya). Dalam relung hati yang paling dalam kumenangis " mengapa saat Tahun Baru Islam/ Hijjriyah 1431 H beberapa hari yang lalu ucapan selamat itu tidak sedemikian hebohnya ??? padahal negara ini mayoritas umat muslim ???

Lebih ironis lagi ada perkataan dari salah seorang yang mengaku muslim ; ia bertanya " Tahun baru dimana ?. Di masjid - jawabku. Ia berkata lagi , " Lho malam tahun baru kok di masjid ? ( agak tinggi nada suaranya )

....Semula kupikir ia tidak menyukai muslimah ke masjid ( meski memang tempat 'aurat' terbaik muslimah di kamarnya untuk beribadah ). Namun jangan lupa ada sebuah hadits yang sanadnya hasan/ sohih dari HR. al Bukhori - Muslim ; Rasulullah SAW bersabda, " Janganlah kalian melarang istri-istrimu/ wanita pergi ke masjid-masjid Allah ". Dalam riwayat lain disebutkan, " Apabila seorang istri meminta izin pergi ke masjid, janganlah melarangnya ( HR. al Bukhori - Muslim ). Memang bila hal ini ada jaminan keamanan bagi diri perempuan itu sendiri dan tidak terjadi fitnah. Bila dikhawatirkan terjadi fitnah, suami boleh melarangnya keluar rumah. Bila ia belum berkeluarga, tentu bukanlah ia meminta izin dengan suami...

Aku menjawab pertanyaannya; " Ia benar sekali, acara muhasabah dan khataman Qur'an di masjid. "
Ia bertanya lagi ; " Apa ikut tahlilan ? "...Aku tersenyum sambil memandangnya dengan segala rasa kasihan.

Baru kusadari bahwa ia menghabiskan malam itu di jalanan, istri dan anak-anaknya pun masih berpakaian ' press body '.

Ar Rabb...ampunilah umat-umat muslim yang tidak memakmurkan masjid dan lebih mengedepankan keduniawian .

Aku berpikir apa yang didapat dengan ramai-ramai di jalanan dan kebut-kebutan motor di jalanan ??? Apa indahnya 'kongkow-kongkow' di resto, cafe, hotel berbintang lima dengan puluhan juta rupiah yang dikeluarkan ( Bukankah akan lebih 'indah' uang tersebut engkau sumbangkan saja untuk fakir miskin/ kaum dhuafa, yatim piatu, pengelolaan/ pembangunan masjid, institusi pendidikan Islam yang masih kekurangan dana, anak-anak putus sekolah dan masih banyak lagi untuk kemaslahatan umat ).

Aku heran bercampur bingung...dan terlebih sedih.

Fenomena ini terjadi dari tahun ke tahun di negri yang mengaku mayoritas penduduknya muslim. Memang memerangi ' kebathilan' tidaklah mudah. BUTUH PERJUANGAN !!!

Bukankah lebih indah...engkau isi malam-malam itu dengan "Dzikir", menyebut-nyebut asma ALLAH SWT...LARILAH PADA ALLAH SWT...bukan larilah ke jalanan yang tak tentu arah .
Bukankah tiada 'pembicaraan' yang terindah selain ' berbicara pada Ar Rabb?' BERMESRAAN DENGAN ALLAH SWT ?
Subhanallah...itu teramat - amat - sangat indah .

Memang kehidupan di dunia ini YANG BENAR justru disalahkan, sedangkan YANG LEBIH BANYAK MUDHARATNYA dibanggakan. Justru disinilah letak Jihad kita menegakkan KEBENARAN .

Ar Rabb...ampuni hamba-hamba- MU yang belum memahami ini semua...
Berikan mereka hidayah- MU ...tentu Ar Rabb, hanya Engkau lah yang berhak memilih siapa-siapa yang akan Engkau beri hidayah tersebut .

Bila ada yang menggelar 'tahlilan' itu jauh- jauh -jauh lebih baik daripada engkau menyusuri jalan-jalan tak tentu arah...sibuk dengan dansa, musik hingar bingar, tiupan terompet disana- sini.
Bukankah bila ada saudara sesama muslim meninggal, kita umat muslim pun ikut mendoakannya ? termasuk bila seorang ulama.
Setiap insan mempunyai kelebihan dan kekurangan, alangkah baiknya ' kelebihan'nya yang kita pandang...lupakan kekurangan-kekurangan yang ada. Bukankah itu salah satu ciri seorang muslim sejati ?

Tidakkah engkau lupa...diri ini pun akan menemui ajalnya hanya tak tahu kapan diri ini terakhir menikmati hidup di dunia yang sementara ini. Semua tercatat di Laukh Makhfud ALLAH SWT .

" ...Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di Akhirat ?..." ( QS. at - Taubah : 38 )

Kehidupan dunia adalah hawa nafsu dan tabiatmu .

Dunia adalah istri, namun orang yang berhati bersih tidak pernah tidur dan berduaan dengannya seumur hidupnya. Ia pun datang ke Akhirat tanpa berkurang sedikit pun ketakwaannya, juga tidak pula berubah agamanya. Itulah letak keselamatan.
Wallahu 'alam .