Asa Amalia
'HANYA DENGAN MENGINGAT 'ALLAH SWT' MAKA HATI MENJADI TENANG " [ QS. Ar Ra'd : 28 ]
Jumat, 07 Oktober 2011
Jumat, 01 Januari 2010
" HANYA SEBUAH CATATAN 9 JAM SETELAH HINGAR BINGAR 2010 "
oleh : Asa Amalia
Astaghfirullah...terlampau banyak ucapan " Happy New Year " dimana-mana ( termasuk yang mengirim ke dinding FB saya...wah..wah..wah...padahal itu sudah terhapus sebagian..maaf dan terima kasih atas perhatiannya). Dalam relung hati yang paling dalam kumenangis " mengapa saat Tahun Baru Islam/ Hijjriyah 1431 H beberapa hari yang lalu ucapan selamat itu tidak sedemikian hebohnya ??? padahal negara ini mayoritas umat muslim ???
Lebih ironis lagi ada perkataan dari salah seorang yang mengaku muslim ; ia bertanya " Tahun baru dimana ?. Di masjid - jawabku. Ia berkata lagi , " Lho malam tahun baru kok di masjid ? ( agak tinggi nada suaranya )
....Semula kupikir ia tidak menyukai muslimah ke masjid ( meski memang tempat 'aurat' terbaik muslimah di kamarnya untuk beribadah ). Namun jangan lupa ada sebuah hadits yang sanadnya hasan/ sohih dari HR. al Bukhori - Muslim ; Rasulullah SAW bersabda, " Janganlah kalian melarang istri-istrimu/ wanita pergi ke masjid-masjid Allah ". Dalam riwayat lain disebutkan, " Apabila seorang istri meminta izin pergi ke masjid, janganlah melarangnya ( HR. al Bukhori - Muslim ). Memang bila hal ini ada jaminan keamanan bagi diri perempuan itu sendiri dan tidak terjadi fitnah. Bila dikhawatirkan terjadi fitnah, suami boleh melarangnya keluar rumah. Bila ia belum berkeluarga, tentu bukanlah ia meminta izin dengan suami...
Aku menjawab pertanyaannya; " Ia benar sekali, acara muhasabah dan khataman Qur'an di masjid. "
Ia bertanya lagi ; " Apa ikut tahlilan ? "...Aku tersenyum sambil memandangnya dengan segala rasa kasihan.
Baru kusadari bahwa ia menghabiskan malam itu di jalanan, istri dan anak-anaknya pun masih berpakaian ' press body '.
Ar Rabb...ampunilah umat-umat muslim yang tidak memakmurkan masjid dan lebih mengedepankan keduniawian .
Aku berpikir apa yang didapat dengan ramai-ramai di jalanan dan kebut-kebutan motor di jalanan ??? Apa indahnya 'kongkow-kongkow' di resto, cafe, hotel berbintang lima dengan puluhan juta rupiah yang dikeluarkan ( Bukankah akan lebih 'indah' uang tersebut engkau sumbangkan saja untuk fakir miskin/ kaum dhuafa, yatim piatu, pengelolaan/ pembangunan masjid, institusi pendidikan Islam yang masih kekurangan dana, anak-anak putus sekolah dan masih banyak lagi untuk kemaslahatan umat ).
Aku heran bercampur bingung...dan terlebih sedih.
Fenomena ini terjadi dari tahun ke tahun di negri yang mengaku mayoritas penduduknya muslim. Memang memerangi ' kebathilan' tidaklah mudah. BUTUH PERJUANGAN !!!
Bukankah lebih indah...engkau isi malam-malam itu dengan "Dzikir", menyebut-nyebut asma ALLAH SWT...LARILAH PADA ALLAH SWT...bukan larilah ke jalanan yang tak tentu arah .
Bukankah tiada 'pembicaraan' yang terindah selain ' berbicara pada Ar Rabb?' BERMESRAAN DENGAN ALLAH SWT ?
Subhanallah...itu teramat - amat - sangat indah .
Memang kehidupan di dunia ini YANG BENAR justru disalahkan, sedangkan YANG LEBIH BANYAK MUDHARATNYA dibanggakan. Justru disinilah letak Jihad kita menegakkan KEBENARAN .
Ar Rabb...ampuni hamba-hamba- MU yang belum memahami ini semua...
Berikan mereka hidayah- MU ...tentu Ar Rabb, hanya Engkau lah yang berhak memilih siapa-siapa yang akan Engkau beri hidayah tersebut .
Bila ada yang menggelar 'tahlilan' itu jauh- jauh -jauh lebih baik daripada engkau menyusuri jalan-jalan tak tentu arah...sibuk dengan dansa, musik hingar bingar, tiupan terompet disana- sini.
Bukankah bila ada saudara sesama muslim meninggal, kita umat muslim pun ikut mendoakannya ? termasuk bila seorang ulama.
Setiap insan mempunyai kelebihan dan kekurangan, alangkah baiknya ' kelebihan'nya yang kita pandang...lupakan kekurangan-kekurangan yang ada. Bukankah itu salah satu ciri seorang muslim sejati ?
Tidakkah engkau lupa...diri ini pun akan menemui ajalnya hanya tak tahu kapan diri ini terakhir menikmati hidup di dunia yang sementara ini. Semua tercatat di Laukh Makhfud ALLAH SWT .
" ...Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di Akhirat ?..." ( QS. at - Taubah : 38 )
Kehidupan dunia adalah hawa nafsu dan tabiatmu .
Dunia adalah istri, namun orang yang berhati bersih tidak pernah tidur dan berduaan dengannya seumur hidupnya. Ia pun datang ke Akhirat tanpa berkurang sedikit pun ketakwaannya, juga tidak pula berubah agamanya. Itulah letak keselamatan.
Wallahu 'alam .
Astaghfirullah...terlampau banyak ucapan " Happy New Year " dimana-mana ( termasuk yang mengirim ke dinding FB saya...wah..wah..wah...padahal itu sudah terhapus sebagian..maaf dan terima kasih atas perhatiannya). Dalam relung hati yang paling dalam kumenangis " mengapa saat Tahun Baru Islam/ Hijjriyah 1431 H beberapa hari yang lalu ucapan selamat itu tidak sedemikian hebohnya ??? padahal negara ini mayoritas umat muslim ???
Lebih ironis lagi ada perkataan dari salah seorang yang mengaku muslim ; ia bertanya " Tahun baru dimana ?. Di masjid - jawabku. Ia berkata lagi , " Lho malam tahun baru kok di masjid ? ( agak tinggi nada suaranya )
....Semula kupikir ia tidak menyukai muslimah ke masjid ( meski memang tempat 'aurat' terbaik muslimah di kamarnya untuk beribadah ). Namun jangan lupa ada sebuah hadits yang sanadnya hasan/ sohih dari HR. al Bukhori - Muslim ; Rasulullah SAW bersabda, " Janganlah kalian melarang istri-istrimu/ wanita pergi ke masjid-masjid Allah ". Dalam riwayat lain disebutkan, " Apabila seorang istri meminta izin pergi ke masjid, janganlah melarangnya ( HR. al Bukhori - Muslim ). Memang bila hal ini ada jaminan keamanan bagi diri perempuan itu sendiri dan tidak terjadi fitnah. Bila dikhawatirkan terjadi fitnah, suami boleh melarangnya keluar rumah. Bila ia belum berkeluarga, tentu bukanlah ia meminta izin dengan suami...
Aku menjawab pertanyaannya; " Ia benar sekali, acara muhasabah dan khataman Qur'an di masjid. "
Ia bertanya lagi ; " Apa ikut tahlilan ? "...Aku tersenyum sambil memandangnya dengan segala rasa kasihan.
Baru kusadari bahwa ia menghabiskan malam itu di jalanan, istri dan anak-anaknya pun masih berpakaian ' press body '.
Ar Rabb...ampunilah umat-umat muslim yang tidak memakmurkan masjid dan lebih mengedepankan keduniawian .
Aku berpikir apa yang didapat dengan ramai-ramai di jalanan dan kebut-kebutan motor di jalanan ??? Apa indahnya 'kongkow-kongkow' di resto, cafe, hotel berbintang lima dengan puluhan juta rupiah yang dikeluarkan ( Bukankah akan lebih 'indah' uang tersebut engkau sumbangkan saja untuk fakir miskin/ kaum dhuafa, yatim piatu, pengelolaan/ pembangunan masjid, institusi pendidikan Islam yang masih kekurangan dana, anak-anak putus sekolah dan masih banyak lagi untuk kemaslahatan umat ).
Aku heran bercampur bingung...dan terlebih sedih.
Fenomena ini terjadi dari tahun ke tahun di negri yang mengaku mayoritas penduduknya muslim. Memang memerangi ' kebathilan' tidaklah mudah. BUTUH PERJUANGAN !!!
Bukankah lebih indah...engkau isi malam-malam itu dengan "Dzikir", menyebut-nyebut asma ALLAH SWT...LARILAH PADA ALLAH SWT...bukan larilah ke jalanan yang tak tentu arah .
Bukankah tiada 'pembicaraan' yang terindah selain ' berbicara pada Ar Rabb?' BERMESRAAN DENGAN ALLAH SWT ?
Subhanallah...itu teramat - amat - sangat indah .
Memang kehidupan di dunia ini YANG BENAR justru disalahkan, sedangkan YANG LEBIH BANYAK MUDHARATNYA dibanggakan. Justru disinilah letak Jihad kita menegakkan KEBENARAN .
Ar Rabb...ampuni hamba-hamba- MU yang belum memahami ini semua...
Berikan mereka hidayah- MU ...tentu Ar Rabb, hanya Engkau lah yang berhak memilih siapa-siapa yang akan Engkau beri hidayah tersebut .
Bila ada yang menggelar 'tahlilan' itu jauh- jauh -jauh lebih baik daripada engkau menyusuri jalan-jalan tak tentu arah...sibuk dengan dansa, musik hingar bingar, tiupan terompet disana- sini.
Bukankah bila ada saudara sesama muslim meninggal, kita umat muslim pun ikut mendoakannya ? termasuk bila seorang ulama.
Setiap insan mempunyai kelebihan dan kekurangan, alangkah baiknya ' kelebihan'nya yang kita pandang...lupakan kekurangan-kekurangan yang ada. Bukankah itu salah satu ciri seorang muslim sejati ?
Tidakkah engkau lupa...diri ini pun akan menemui ajalnya hanya tak tahu kapan diri ini terakhir menikmati hidup di dunia yang sementara ini. Semua tercatat di Laukh Makhfud ALLAH SWT .
" ...Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di Akhirat ?..." ( QS. at - Taubah : 38 )
Kehidupan dunia adalah hawa nafsu dan tabiatmu .
Dunia adalah istri, namun orang yang berhati bersih tidak pernah tidur dan berduaan dengannya seumur hidupnya. Ia pun datang ke Akhirat tanpa berkurang sedikit pun ketakwaannya, juga tidak pula berubah agamanya. Itulah letak keselamatan.
Wallahu 'alam .
Senin, 21 Desember 2009
Kenangan terakhir ... Abahku
Astaghfirullah..ampuni hamba Ar Rabb, bukannya hamba tiada bersyukur atas ujian yang engkau berikan pada hamba yang lemah ini...namun hamba hanya manusia biasa yang penuh dengan kekurangan.
Slalu menangis bila mengenang almarhumah Abah...kenapa Ar Rabb...bukannya hamba tiada ikhlas dengan takdir-Mu, namun bagaimana bila ada sebagian belahan jiwa kita pergi meninggalkan kita untuk selama-lamanya..Abah tempat bertukar pikiran yang menyenangkan...mempunyai empathi yang tinggi khususnya pada anak perempuannya.
Abah...saat Abah mendadak menghembuskan nafas terakhir saat ramadhan..bulan puasa itu rasanya seperti pukulan berat terhadap diriku..maafkan ananda Abah... mungkin ananda belum memberikan yang terbaik untuk Abah. Abah pernah bangga pada ananda, namun ananda merasa masih belum optimal membahagiakannya sampai ajal menjemput beliau.
Ananda tak ingin berandai-andai, karna kata 'seandainya' akan terselip syaithon di dalamnya.Wallahu 'alam .
Kuyakin Abah, dialam barzakh Abah ingin melihat ananda bahagia...
Insya Allah ananda akan mewujudkan keinginan Abah meski Abah di dunianya yang lain.
" Bila Jum'at tiba ,,,aku paling menyukai ziarah ke makam Abah...kutahu Abah melihatku saat aku masih baru memasuki halaman pekuburan...Kita bisa bicara Bah, meski hanya dalam bathin masing-masing yang merasakan.Bukankah kita masih bisa bicara antar bathin ? Aku berdoa dan memintakan ampun untuk beliau dan untuk para ahli kubur juga "
Allah SWT sayang sama Abah, banyak sekali yang menghadiri pemakaman Abah, yang mensholati baik di rumah maupun di masjid...Subhanallah Abah, pasti arwah Abah juga menyaksikannya....Abah, banyak sekali rangkaian karangan bunga menghiasi halaman rumah, Abah ...salah satunya sohib Abah alhamdulillah sekarang menjadi salah satu mentri, Bah...rekan Abah yang terkenal 'bersih' itu..
Pada saat pemakaman, sayangnya ananda yang putri-putri tidak diperkenankan untuk ikut saat Abah dimakamkan , padahal ananda merasa kuat untuk tegar dihadapan jenazah Abah. Ananda terus berdzikir tiada henti dalam setiap detik nafas ini. ' Inna lillahi wa inna ilaihi rojiuun...
Pada saat kita kehilangan orang -orang yang kita cintai satu per satu...itu merupakan suatu pukulan bertahap yang membuat kita terkaget-kaget...namun justru ananda bersyukur dengan ujian Allah SWT...karena smakin ku ingat akan kematian menjemput kita semua...mempersiapkan diri sebaik-baiknya untuk menghadap sang Khalik yang teramat indah. Bagaimana wujud Allah SWT? Rinduku ingin melihatnya...bagaimana rasanya berada di taman-taman syurga...Subhanallah Ar Rabb...insya Allah hamba & semua kaum muslim bisa meninggal dalam keaadaan khusnul khotimah dan dikumpulkan dengan para nabi-nabi Mu Ar Rabb...Amin
" Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh di dalam kehidupan dunia dan akherat, dan Allah menyesatkan orang-orang yang dzalim dan berbuat apa yang Dia kehendaki " ( QS, Ibrahim [14]: 27 )
Jumat, 19 Juni 2009
Jumat, 12 Juni 2009
Ass.Wr.Wb.
"........Masa muda, uban, kebutuhan, dan kekayaan
semua ini adalah milik Allah, maka kenapa engkau masih ragu ?
Jika engkau pergi dengan tidak membawa ketakwaan
dan berjumpa dengan orang- orang yang telah membekali diri,
kau akan menyesal kenapa kau tidak menjadi seperti dia,
dan jika engkau tidak siap maka dia telah siap ......"
Wass.Wr.Wb
"........Masa muda, uban, kebutuhan, dan kekayaan
semua ini adalah milik Allah, maka kenapa engkau masih ragu ?
Jika engkau pergi dengan tidak membawa ketakwaan
dan berjumpa dengan orang- orang yang telah membekali diri,
kau akan menyesal kenapa kau tidak menjadi seperti dia,
dan jika engkau tidak siap maka dia telah siap ......"
Wass.Wr.Wb
Jumat, 15 Mei 2009
Ass. Wr. Wb
Ketika seseorang ingin meraih sesuatu harapan, ia akan rela melakukan apa saja untuk meraihnya dengan selalu mengingat pada Ar Rabb...
Kuteringat kala itu di sebuah perkampungan kecil nan teduh penuh kedamaian, seseorang bernama abuya Aladetta ( begitu biasa beliau dipanggil ) menyapaku, " Assalamu'alaikum ukhti Ama ?. Subhanallah, aku tersentak kaget. Siapakah yang mengenali diriku ? beliau seseorang yang belum pernah kukenal sebelumnya, namun entah mengapa saat diri ini bertatapan dengan beliau kok tiba - tiba rasanya dada ini berdegup kencang ...dag...dig...dug...begitulah kira-kira degupan jantungku saat itu. Astaghfirullah, aku mengalami " de javu ".
Yah, " de javu " pasti setiap orang pernah mengalaminya, hanya mungkin frekwensi kemunculannya saja yang berbeda .
Terkadang bisa juga saat kita mempunyai keinginan yang amat kuat namun belum dapat diwujudkan dan hal tersebut tertanam terus dalam lubuk hati yang terdalam...Insya Allah ia akan dapat terwujud.
Terwujud ??? bagaimana mungkin???
Dapat terwujud karena ia sudah tersimpan secara otomatis dalam ' unsubconciousness ' ( alam bawah tidak sadar ) kita...dan itu tersimpan dalam memory dan imajinasi setiap langkah kehidupan kita . Ia memainkan peranan dalam kehidupan kita 88% sedangkan sisanya 12 % adalah ' subconciousness ' ( alam sadar ) kita. Inilah yang akan tampak secara ' perifer ' dalam ' behaviour ' kita .
Ketika seseorang ingin meraih sesuatu harapan, ia akan rela melakukan apa saja untuk meraihnya dengan selalu mengingat pada Ar Rabb...
Kuteringat kala itu di sebuah perkampungan kecil nan teduh penuh kedamaian, seseorang bernama abuya Aladetta ( begitu biasa beliau dipanggil ) menyapaku, " Assalamu'alaikum ukhti Ama ?. Subhanallah, aku tersentak kaget. Siapakah yang mengenali diriku ? beliau seseorang yang belum pernah kukenal sebelumnya, namun entah mengapa saat diri ini bertatapan dengan beliau kok tiba - tiba rasanya dada ini berdegup kencang ...dag...dig...dug...begitulah kira-kira degupan jantungku saat itu. Astaghfirullah, aku mengalami " de javu ".
Yah, " de javu " pasti setiap orang pernah mengalaminya, hanya mungkin frekwensi kemunculannya saja yang berbeda .
Terkadang bisa juga saat kita mempunyai keinginan yang amat kuat namun belum dapat diwujudkan dan hal tersebut tertanam terus dalam lubuk hati yang terdalam...Insya Allah ia akan dapat terwujud.
Terwujud ??? bagaimana mungkin???
Dapat terwujud karena ia sudah tersimpan secara otomatis dalam ' unsubconciousness ' ( alam bawah tidak sadar ) kita...dan itu tersimpan dalam memory dan imajinasi setiap langkah kehidupan kita . Ia memainkan peranan dalam kehidupan kita 88% sedangkan sisanya 12 % adalah ' subconciousness ' ( alam sadar ) kita. Inilah yang akan tampak secara ' perifer ' dalam ' behaviour ' kita .
Langganan:
Postingan (Atom)